Postingan

Pahlawan DEVISA Yang Tak Kunjung Mendapat Perlindungan

Penulis Sunyi : Yadi Jayadi (Penulis Bergiat Mahasiswa UIN SGD Bandung, Pimpinan Umum Lembaga Pers Mahasiswa LENSA, Guru DTA Mitra Muhajirin, Komp Griya Mitra Posindo-Bandung )             Deretan kasus kekerasan yang menimpa Tenaga Kerja Wanita (TKW) di luar negeri, menambah catatan panjang kaum wanita . Ber agam eksploitasi  yang dilakukan penyalur, majikan dan pihak-pihak tertentu hanya mengejar keuntungan se mata dengan mengorbankan nilai kemanusiaan. Indonesia negara dengan jumlah penduduk 255 juta penduduk , ke-empat terbesar di dunia dengan urutan Cina, Amerika, India kemudian Indonesia. Merupakan salah satu negara terbesar pemasok tenaga kerja murah. Apa bila jika kita mau merujuk kepada standar gaji internasional sangat jauh dari layak, pantaspun tidak. Belum lagi persoalan ini bermasalah secara keagamaan , secara kultur ketimuran-pun sebenarnya agak sedikit bergesekan. Jika memang demikian menga...

Tuntutan Bagi Para Pendidik

(Penulis Bergiat : Mahasiswa Fakultas Syari’ah dan Hukum (UIN SGD BDG) Pimpian Umum LPM LENSA, Pembina Remaja Komplek Griya Mitra Posindo-Bandung, Guru DTA Mitra Muhajirin-Bandung) Pada saat ini banyak siswa yang mengeluh dan bosan dengan metode pembelajaran yang dipakai dalam kegiatan belajar-mengajar. Kegiatan pembelajaran dirasakan monoton dan hal ini berlangsung dalam waktu yang lama. Pembelajaran besifat kompre artinya tidak hanya guru yang terlibat aktif dalam pembelajaran melainkan siswa, guru dan Seperangkat Pendukung lainnya. Terutama  sebagai Guru di tuntut untuk mengembangkan keahlian yang dimilikinya dan menyalurkannya kepada siswa. untuk itu sang guru perlu mengadakan inovasi (ide baru) pembelajaran guna mengoptimalkan kemampuan siswa dan supaya tidak bosan dalam menyerapa ilmu. Dengan adanya inovasi pada kurikulum yang dibuat, diharapkan ada kemajuan yang akan di capai sesuai dengan tujuan pendidikan yang di rencanakan. Sebagai Guru juga di tuntut agar bisa mem...

“PRAM, 14 tahun sebagai tahanan politik tanpa proses pengadilan”

Gambar
Penulis Sunyi : Yadi Jayadi (Penulis Bergiat : Mahasiswa Fakultas Syari’ah dan Hukum (UIN SGD BDG) Pimpian Umum LPM LENSA, Pembina Remaja Komplek Griya Mitra Posindo-Bandung, Guru DTA Mitra Muhajirin-Bandung) “Dan alangkah indah kehidupan tanpa merangkak-rangkak di hadapan orang lain” “Kami memang orang miskin. Di mata orang kota kemiskinan itu kesalahan. Lupa mereka lauk yang dimakannya itu kerja kami” Sumber: Rumah Kaca (1988) “Kehidupan ini seimbang, Tuan. Barangsiapa hanya memandang pada keceriannya saja, dia orang gila. Barangsiapa memandang pada penderitaannya saja, dia sakit” Sumber: Anak Semua Bangsa (1981) “Kesalahan orang-orang pandai ialah menganggap yang lain bodoh, dan kesalahan orang-orang bodoh ialah menganggap orang lain pandai” “Masa terbaik dalam hidup seseorang adalah masa ia dapat menggunakan kebebasan yang telah direbutnya sendiri” Sumber: Jejak Langkah (1985) “Berterimakasihlah pada segala yang memberi kehidupan” Sumber...

Penulis Sunyi : Yadi Jayadi. Bandung 05 Januari 2017

"Sunyi Yang Merobek Gelapnya Malam" "Sunyi Yang Merobek Kejam-nya Jaman" "Sunyi Yang Merobek Beku-nya Hati" "Sunyi Yang Menemani Kesendirianku Ditengah Keramayan' "Sunyi Yang Menguatkanku Ketika Ku Mulai Jatuh" 'Sunyi Yang Megajarkanku Kepedulian" "Sunyi Yang Mengajarkanku Syukur" "Sunyi Yang Menguatkan Iman" "Sunyi Yang Tak Akan Pernah Tersesat" "Sunyi Yang Indah Dari Musik sendu" "Sunyi yang Menghangatkanku Tatkala Dingin" "Sunyi Yang Tidak Mengenal Takut" "Sunyi yang Menelusuri Waktu" "Sunyi Yang Terbang Bersama Awan" "Sunyi Yang Arti Ketenangan" "Sunyi Untuk Para Sunyi"

“Hukum Telah Kehilangan Substansi Tujuannya” (fakta sekarang ini Indonesia telah mengalami krisis kepatuhan hukum)

Gambar
Penulis Sunyi : Yadi Jayadi (Penulis Bergiat : Mahasiswa Fakultas Syari’ah dan Hukum (UIN SGD BDG) Pimpian Umum LPM LENSA, Ketua Pembina Remaja Komplek Griya Mitra Posindo-Bandung, Guru DTA Mitra Muhajirin-Bandung)             Bangsa ini sudah mempunya perangkat regulasi yang memadai untuk menjerat para pelanggar hukum. Sayangnya, penegakan hukumnya belum efektif.             Budaya hukum sangat erat hubungannya dengan kesadaran hukum dan diwujudkan dalam bentuk prilaku sebagai cermin kepatuhan hukum di dalam masyarakat. Di dalam budaya hukum itu dapat dilihat suatu tradisi prilaku masyarakat kesehariannya yang sejalan dan mencerminkan kehendak undang-undang atau rambu-rambu hukum yang telah ditetapkan berlaku bagi semua subyek hukum dalam hidup berbangsa dan bernegara. Di dalam budaya hukum masyarakat dapat pula dilihat apakah masyarakat kita dalam kesadaran hukumnya...

“Hukuman yang Mendidik Anak” (Menjadikan Hukuman Yang Mendidik Kepada Anak)

Gambar
Penulis Sunyi : Yadi Jayadi (Penulis: Mahasiswa Fakultas Syari’ah dan Hukuk (UIN SGD BDG), Sekretaris Umum HIMAT Cabang Bandung, Pimpinan Lembaga Pers Mahasiswa LENSA HIMAT, Pembina IKRAMA Al Muhajirin – Bandung. Pendidik DTA Mitra Muhajirin – Bandung) Luqman, memberi nasihat kepada anaknya “Orangtua yang memukul anaknya sama seperti pupuk untuk tanaman” , Haram bin Hayyan ra. “Ya Allah, aku berlingdung kepadamu dari keburukan zaman, yang pada zaman itu anak kecil berontak, orang dewasa merencanakan kejahatan dan ajal mereka berdekatan” “ Tidaklah suatu keluarga diberi kelembutan melainkan akan memberi manfaat pada mereka. Dan tidaklah sebaliknya melainkan akan memberi mudharat pada mereka ( Sabda Rasulullah ). Al-Ghazali, “Anak kecil apabila dilalaikan pada awal pertumbuhannya, biasanya dia akan tumbuh dengan memiliki akhlak yang buruk: suka berdutsa, pendengki, suka mencuri, mengadu domba, suka mencampuri urusan orang lain, suka melecehkan orang lain dan suka menipu, semu...